Sun. Mar 3rd, 2024

Asal Usul Candi Borobudur, Bukti Sejarah Perkembangan Agama Buddha di Indonesia

Sejarah Asal Usul Candi Borobudur, Bukti Sejarah Perkembangan Agama Buddha di IndonesiaSejarah Asal Usul Candi Borobudur, Bukti Sejarah Perkembangan Agama Buddha di Indonesia

Asal Usul Candi Borobudur merupakan sebuah candi Buddha yang bersejarah dan terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berbicara mengenai asal usul Candi Borobudur, Candi Borobudur memiliki sejarah yang panjang sejak berabad-abad yang lalu. Situs ini merupakan bukti sejarah perkembangan agama Buddha di Indonesia dan masuk warisan UNESCO.

Meski masih berdiri kokoh, Candi Borobudur sempat terbengkalai sehingga harus dipugar beberapa kali. Berikut ini adalah asal usul Candi Borobudur.

Asal Usul Candi Borobudur

Hingga saat ini, belum ditemukan bukti pasti yang menjelaskan tentang pendiri Candi Borobudur, beserta tahun pembangunannya. Sejumlah temuan para ahli baru sebatas dugaan.

Berdasarkan informasi dari situs Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Candi Borobudur diduga didirikan pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra antara tahun 750 – 842 Masehi.

Pembangunannya diperkirakan dilakukan secara bertahap dan gotong royong sebagai bentuk pengabdian terhadap agama Buddha.

Sementara itu, menurut sejarawan J.G. de Casparis, pendiri Candi Borobudur adalah Raja Samaratungga, seperti dikutip dari situs Balai Konservasi Borobudur.

Adapun, Raja Samaratungga memerintah pada tahun 782-812 Masehi, pada masa Wangsa Syailendra. Pembangunan candi ini bertujuan untuk memuliakan agama Buddha Mahayana.

Pendapat ini didasarkan pada penafsiran prasasti berangka tahun 824 Masehi dan prasasti Sri Kahulunan berangka tahun 842 Masehi.

Terbengkalai

Masih dari sumber situs Cagar Budaya Kemendikbud, ternyata Candi Borobudur pernah ditinggalkan.

Dugaan sementara dari sejumlah ahli, penyebab ditinggalkannya kompleks candi ini adalah bencana letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 1006. Namun, hasil penelitian geologi, vulkanologi, dan arkeologi belum bisa membuktikan letusan besar tersebut.

Pada tahun 1814, Candi Borobudur ditemukan kembali oleh Gubernur Jenderal Inggris Sir Thomas Stanford Raffles, seperti dikutip dari Balai Konservasi Borobudur. Raffles mendapat informasi bahwa di daerah Kedu ditemukan susunan batu bergambar.

Asal Usul Candi Borobudur, Bukti Sejarah Perkembangan Agama Buddha di Indonesia

Kemudian, beliau mengutus seorang Belanda bernama Cornelius untuk memimpin pembersihan situs yang saat itu tertutup oleh tanah, semak belukar, dan pepohonan.

Pemugaran Candi Kondisi Candi Borobudur saat ditemukan pada awalnya jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, situs ini telah mengalami beberapa kali pemugaran.

Sementara itu, pemugaran besar-besaran Candi Borobudur tercatat dilakukan sebanyak dua kali, berdasarkan informasi dari Balai Konservasi Borobudur.

Pemugaran pertama pada tahun 1907-1911 dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah Hindia Belanda di bawah komando Van Erp. Pemerintah Hindia Belanda setuju untuk mengucurkan dana sebesar 48.000 gulden untuk pemugaran candi.

Sedangkan pemugaran kedua pada tahun 1973-1983 dilakukan oleh pemerintah Indonesia di bawah komando Soekmono.

Berdasarkan informasi dari situs Warisan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 1955, pemerintah Indonesia mengajukan permohonan kepada UNESCO untuk membantu menangani masalah Candi Borobudur.

Setelah melalui serangkaian penelitian, para ahli UNESCO mendiagnosa bahwa Candi Borobudur mengalami kanker batu yang berpotensi menghancurkan batu-batu candi secara perlahan.

Akhirnya, pada tahun 1960, Borobudur dinyatakan dalam keadaan darurat, dan UNESCO menjadi lebih aktif terlibat dalam upaya pelestarian candi.

Pada tahun 1971, upaya penyelamatan Candi Borobudur dilakukan dalam skala besar, setelah UNESCO menyetujui pemberian bantuan restorasi candi.

Pada tanggal 23 Februari 1983, pemugaran Candi Borobudur dinyatakan selesai. Selanjutnya, Presiden Soeharto meresmikan pembukaan Candi Borobudur untuk masyarakat luas.

Menjadi Warisan Budaya Dunia

UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia. UNESCO menamai situs ini dengan sebutan Kompleks Candi Borobudur.

Candi Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia bersama dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Saat ini, Candi Borobudur masih berdiri kokoh, baik sebagai tempat wisata sejarah maupun tempat peribadatan umat Buddha.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *